Rabu, 24 Agustus 2016

Buat Hidroponik Vertikultur dan Nutrisi Alternatif

1kg Urea,1kg Npk,1kg Kcl,100gr Gandasil D + air 20 liter untuk menetralisir urea bisa di tambah Susu Kedelai.
Alternatif ke dua, 1kg Npk ,1kg Kcl dan 100gr Gandasil D + 20liter air
Cara pengunaan per 10ml/1liter air, jika ingin tepat bisa mengunakan alat ukur Ppm/Tds meter dan Ph meter.

Pelatihan Mesin Tranplater Pt.Yanmar Diesel di Klaten

Senin, 25 Juli 2016

Membuat Pupuk Organik Cair Urine





 Bahan:
Urine (sapi, kambing, kelinci atau sejenisnya) sebanyak 100 liter
Batang/bonggol pisang sebanyak 5 kg
Sabut kelapa muda sebanyak 1 kg
Buah maja sebanyak 3 buah
Molase/tetes tebu sebanyak 4 kg
Buah nanas (tua/busuk) sebanyak 4 buah
Starter/bioactivator/Ragi Kompos sebanyak 2  liter
Ragi tape secukupnya
Bekatul sebanyak 1 kg

Peralatan:
Drum plastik volume 200 liter
Kayu pengaduk
Parang tajam
Cara membuatnya:
1.    Siapkan ragi kompos dan mollase campur dengan menggunakan air bersih (tidak mengandung chlorin/atau kaporit) secukupnya tambahkan bekatul dan aduk sampai homogen.
2.    Cacah halus gedebog/batang/bonggol pisang dengan menggunakan parang yang tajam demikian pula dengan sabut kelapa muda.
3.    Hancurkan buah maja dan buah nanas dengan cara masukkan ke kantong plastik tebal dan dipukul-pukul dengan menggunakan kayu sampai lumat.
4.    Masukan urine sapi, kambing, kelinci atau sejenisnya sebanyak ¼ drum plastik, masukkan larutan ragi kompos, mollase dan bekatul sambil diaduk sampai rata, berikutnya masukkan lumatan buah maja dan nanas dengan tetap terus diaduk, masukkan cacahan gedebog pisang dan sabut kelapa muda, tambahkan urine sampai volume ½  drum aduk terus agar homogen, terakhir masukkan ragi tape yang sudah dihancurkan dan tambahkan larutan urine sampai habis (umumnya masih ada sisa ¼ volume drum yang kosong). Tambahkan sedikit air sampai volume total larutan dan padatan sekitar 175 liter.
5.    Tutup rapat-rapat dengan menggunakan plastik. Setiap hari sekali dibuka kemudian diaduk selama 15 menit, tutup lagi dan biarkan. Ulangi perlakuan tersebut sampai tujuh hari. Pada minggu kedua pengadukan dilakukan setiap dua atau tiga  hari sekali, kemudian ditutup dan biarkan.
Proses fermentasi akan berlangsung sekitar 2 minggu, pada setiap kegiatan pengadukan amati proses yang terjadi (kemunculan busa, warna cairan coklat kehitaman dan kental, bau/aroma menyengat yang berangsur-angsur berkurang) berarti proses berjalan dengan baik.
Cara Aplikasi:
Saring larutan POC dengan menggunakan kain kassa (kain nyamuk), sisa ampas masukkan kembali ke dalam drum.
1.    Aplikasi semprot: ambil larutan POC 1 gelas (250 cc) campur dalam air 14-15 liter (1 tangki handsprayer), semprot merata pada tanaman pangan, palawija dan sejenisnya sebaiknya pagi hari sebelum pk. 11.00 optimum ulangi setiap 7-10 hari sekali.
2.    Aplikasi kocor/siram: ambil larutan POC 1 gelas (250 cc) campur dalam air 10 liter (1 ember), kocor pada tiap lubang tanam sebanyak 150-200 cc sebaiknya pagi hari sebelum pk. 11.00 optimum,  ulangi setiap 10 hari sekali.
3.    Aplikasi semprot dapat digabungkan dengan pupuk organik cair ber”merek” sehingga lebih berhemat, maupun pestisida.
4.    Aplikasi kocor dapat digabungkan dengan pupuk organik cair ber”merek”, pupuk kompos, maupun pupuk  sintetis.
Catatan:
Buah maja berfungsi untuk meningkatkan kandungan Nitrogen, sumber mikroba dan pemasok hara mikro bila tidak ada bisa diganti dengan daun sirsak, sengon ataupun daun kaliandra.Serabut kelapa berfungsi untuk meningkatkan kandungan Kalim,sedangkan gedebog pisang untuk meningkatkan unsur Phospat, Si dan mikro element lainnya.
Buah Nanas berfungsi sebagai penawar bau, sumber biakan mikroba, serta hormon dan unsur hara mikro.
Urine kaya kandungan unsur N serta biopestisida
Ragi kompos sebagai sumber konsorsium mikroba terpilih.
Ragi Tape sebagai sumber mikroba saccharomices, pengurang aroma menyengat, sekaligus membuat aroma pupuk organik cair menjadi “harum”
Penggunaan dosis kecil namun rutin akan lebih baik hasilnya dibanding dosis tinggi namun hanya sekali aplikasi.
Penghematan penggunaan pupuk sintetis adalah berkisar 25-35% dari dosis rekomendasi setempat.


Sumber:  Klinik Pertanian Indonesia – LSM

Minggu, 03 Juli 2016

Pembibitan Padi Sistem Dapog

Pembibitan Padi Sistem Dapog
Pendahuluan
Tahun 2014, Badan Litbang Pertanian telah menciptakan
mesin tanam padi (rice transplanter) jajar legowo 2:1 yang
dinamakan Indo Jarwo Transplanter. Mesin tersebut
mampu mempercepat waktu dan menurunkan biaya
tanam, yang hanya memerlukan waktu sekitar 6-7 jam (di
Kalimantan Tengah), atau kemampuannya setara dengan
25 tenaga kerja tanam.
Sebagai upaya mewujudkan teknis operasionalnya
diperlukan persemaian bibit padi sistem dapog.
Prinsipnya, bibit ditabur pada tempat tertentu, misal
plastik, lempengan semen, daun pisang, sehingga akar
bibit terlihat seperti tikar/ karpet dan dapat digulung.
Hasil gulungan ditempatkan pada nampan (tray) yang
merupakan bagian dari rice transplanter, untuk persiapan
penanaman di lahan.
Persiapan Media (Tanah)
1. Pilih jenis tanah lempung berpasir, lempung, liat
lempung, kemudian campur ketiganya.
2. Tanah diayak menggunakan ayakan berdiameter 4-6
mm.
3. Untuk 1 Ha lahan dibutuhkan 1.875 kg tanah, yaitu
1.500 kg sebagai tanah dasar bibit, dan 375 kg sebagai
tanah penutup
Persiapan Benih
1. Seleksi benih dengan larutan garam (1 sendok makan
garam : 1 liter air ) selama ± 10 menit. Tujuannya untuk
mendapatkan benih yang bernas (benih yang tenggelam).
Benih yang melayang di larutan garam tidak ditanam.
2. Benih bernas direndam dalam air selama 24 jam, lalu
angkat dan saring di paranet, selanjutnya siram dengan air
hangat 40oC, dan tiriskan. Tujuannya untuk mempercepat
pertumbuhan kecambah. Kebutuhan benih 20 kg/ Ha.
Persiapan Persemaian
1. Persemaian kering, yaitu persemaian dalam kotak.
• Siapkan kotak persemaian (dasar kotak : flexible atau
rigid). P=58 cm, L=18 cm, T=3 cm
• Isi dengan tanah lalu ratakan (tinggi 1,5-2,0 cm)
• Tabur benih secara merata (2-3 benih/ cm2).
Kebutuhan benih 150-200 gram/ kotak persemaian.
• Tutup dengan tanah penutup, tinggi 0,5 cm.
• Tanah disiram dengan air menggunakan shower.
2. Persemaian basah, yaitu persemaian di lahan
menggunakan (alas) plastik.
• Buat bedengan (L=160 cm) dan parit (L=20-30 cm,
T=10 cm)
• Hamparkan plastik (dilubangi D=0,2-0,3 cm jarak antar
lubang 2 cm x 2 cm)
• Pakai kayu reng untuk rangka semai (L=116 cm,
T=2,7-3,0 cm)
• Isi tanah lalu ratakan (T=1,5-2,0 cm)
• Tabur benih secara merata 2-3 benih/ cm2)
• Tutup dengan tanah penutup, tinggi 0,5 cm, menghindari
agar tidak dimakan burung dan tidak terkena matahari
secara langsung.
• Penyiraman air menggunakan shower atau air irigasi
pada alur antar bedengan.
Pemupukan
Urea 2,5 gram dilarutkan dalam air 0,5 liter diaplikasikan
untuk 1 kotak bibit, pada umur 6 hari setelah tebar atau
sudah muncul daun 1,0-1,5.
Pindah Tanam
1. Syarat bibit
• Umur 15-20 hari setelah sebar
• Jumlah daun 3,5-4,0 helai
• Tinggi 20 cm
• System perakaran saling terkait (mudah digulung) dan
warna putih; tanam langsung dengan tanah (tanpa cuci)
2. Cara pindah tanam
a. Persemaian kering : langsung gulung bibit pada dapog
b. Persemaian basah : iris persemaian sesuai ukuran tray
yaitu 18 cm x 58 cm, lalu gulung bibit tersebut.
3. Tempatkan bibit dengan benar di tray Indo Jarwo
Transplanter, tanam siap dilakukan.
Rujukan : Bahan Ajar BBP Mektan

Jumat, 01 Juli 2016

Mesin Tanam Padi ( Rice Transplanter) Yanmar - AP4

Berkah Romadhon                       Kelompok Tani Sedyo Rahayu ll


MODEL: YANMAR AP4
• Tipe: Pengemudi berjalan dibelakng, 4 alur, 2
roda
• Kapasitas kerja (menit/1000m ): 30~40
• Dimensi (P x L x T): 2190 x 1500 x 1034
• Berat (Kg): 145
MOTOR PENGGERAK
• Model: MZ175
• Tipe (motor penggerak bensin): 4 langkah
berpendingin udara, OHV
• Volume silinder (cc): 171
• Daya rata-rata: 2,6 kW(3,5 HP)/ 3000rpm
• Daya maksimum: 3,2 kW(4,3 HP)/ 3000rpm
• Kapasitas tangki bahan bakar (liter): 4
TRANSMISI
• Sistem penyalaan: Manual (Tarik)
• Penyetelan roda besi: Pengatur ketinggian
dengan hidrolik otomatis
• Jumlah roda besi(buah): 2
• Diameter roda besi(mm): 660
• Tingkat kecepatan: maju 2, mundur 1
• Kecepatan kerja (m/det): 0,32~0,68
BAGIAN PENANAMAN
• Kecepatan jalan maju (m/det): 0,72~0,68
• Kecepatan jalan mundur (m/det): 0,16~0,35
• Jumlah alur: 4
• Jarak tanam alur (cm): 30
• Jarak tanam dalam alur (cm): 22,17,15,12
• Jumlah titik tanam/3,3 m :90,75,65,50
• Kontrol kedalaman penanaman: 15~40 (6
tingkat)

Minggu, 19 Juni 2016

Cara menghitung PPM jika tidak punya TDS Meter

Cara menghitung PPM jika tidak punya TDS
Meter.
Anda bisa menghitungnya dengan memakai
Ukuran standar baku dari Nutrisi AB Mix anda.
Nutrisi AB Mix yang bagus, Peracik nya akan
mencantumkan PPM Baku nya.
Contoh untuk Merk Ijo buatan Om Toni PSM,
seperti foto di bawah:
Silahkan anda perhatikan foto diatas, pada
bungkus B, di sebelah kanan.
Silahkan di klik untuk gambar lebih besar.
disana ada tulisan:
"Campuran A dan B dalam 100 Liter
bernilai kurang lebih EC = 2.0 / 1.000 ppm "
Disini berarti dengan campuran 5mL A + 5mL
B + 1 Liter , akan di dapatkan sekitar 1 Liter Air
Nutrisi bernilai EC 2.0 uS atau kalau dalam
PPM bernilai 1.000 ppm.
Jika ingin mendapatkan 500 ppm dalam 1 Liter
Air, tinggal di bagi 2 saja Larutan A dan B nya,
Yaitu 2,5mL A + 2,5mL B + 1 Liter Air , akan di
dapatkan sekitar 1 Liter Air Nutrisi bernilai 500
ppm.
Jika ingin mendapatkan 200 ppm dalam 1 Liter
Air, tinggal di bagi 2 saja Larutan A dan B nya,
Yaitu 1mL A + 1mL B + 1 Liter Air , akan di
dapatkan sekitar 1 Liter Air Nutrisi bernilai 200
ppm.
Semoga bisa paham. ^_^

Tabel untuk ukuranPPM dan PH Hidroponik

Tabel untuk ukuran PPM dan PH
Hidroponik

Kali ini saya kasih Update tentang informasi
ukuran / takaran PPM dan PH buat Tanaman
Hidroponik.

Pada saat Musim Hujan, Tanaman mem butuh
kan PPM/Ec lebih banyak, jadi silahkan di set
ke PPM/Ec tertinggi .
Sebaliknya saat Musim Panas , tanaman mem
butuh kan PPM/Ec Sedikit, karena tanaman
lebih banyak menyerap Air dan menguapkan Air
lewat Daun nya, maka PPM/Ec sebaiknya di
set terendah .

Kamis, 02 Juni 2016

Hal penting yang di butuhkan dalam ber tani secara Hidroponik

Pertumbuhan tanaman di Sistem Hidroponik itu
di pengaruhi oleh:
1. Kehendak Tuhan, Jangan lupa untuk selalu
berdoa, karena Petani itu hanya bisa berusaha
merawat dan memberikan kebutuhan hidup
tanaman, jadi hasil nya itu kehendak Tuhan,
dan kita harus tetap ber syukur jika hasil panen
nya tidak sesuai harapan atau gagal panen.
2. Karbon Dioksida (CO2) , bukan Asap
pembakaran Bahan Bakar itu Karbon
Monoksida (CO).
3. Sinar Matahari yang cukup,
- Usahakan mendapat Sinar Matahari mulai
pagi sampai sore,
- Atau setidaknya usahakan mendapatkan
sinar matahari pagi sampai siang.
4. Nutrisi Hidroponik yang bagus,
- Nutrisi Hidroponik yang banyak beredar
disebut AB Mix, meski ada juga ABC Mix, ABCD
Mix dan cuman satu Mix saja seperti merk Yara
Kristalon.
- Pemilihan Racikan Nutrisi Hidroponik yang
bagus itu penting, dengan banyaknya merk
yang beredar, maka kita harus pandai memilih
merk yang punya resep racikan dan bahan
racikan yang cocok dengan tanaman dan
kondisi lingkungan kita.
- Ada beberapa Merk Nutrisi AB Mix yang
meninggalkan Redusi/Kotoran Kerak Garam
yang lama lama bisa merusak Sistem dan
menyumbat selang selang, Lalu ada juga yang
membuat pH tidak stabil jadi harus sering cek
dan menstabilkan pH setiap pagi, siang dan
sore.
Dan ada lagi merk yang membuat tanaman
daun nya menguning, pertumbuhan kurang
bagus, dst.
- Akan lebih baik jika anda meracik dan
melakukan percobaan dengan nutrisi sendiri,
karena anda bisa menyesuaikan dengan
kondisi iklim lingkungan, air baku dan tanaman
anda.
- Anda yang masih kelas Hobi atau Kebun
kecil, bisa juga mencoba beberapa Merk dan di
coba sendiri, sekarang banyak yang beredar
dan paket ekonomis yg bisa di pilih.
Lebih baik lagi kalau mendapat saran atau
testimoni dari banyak sumber, dan lebih baik
kalau mereka dari satu daerah, alasanya setiap
daerah punya Air Baku dan Iklim yang berbeda
beda yang bisa mempengaruhi hasil dari Nutrisi
AB Mix.
5. Air Nutrisi yang bagus ,
- Air Nutrisi sebaiknya menggunakan Air Baku
yang bagus ( Soft Water), jika perlu anda
saring/filter air nya agar besih dari garam,
kapur, zat besi yg berlebihan, dst ( jangan
memakai Air payau, Air yang banyak Kapur nya,
dst )
Gunakan Air Baku ( Soft Water ) dengan Nilai
TDS antara 0 - 180 ppm, jangan memakai di
atas 180 ppm, karena ini masuk kategori Hard
Water, ini bisa membuat pH tidak stabil.
Jika Nilai PPM Tinggi, maka di dalam Air Baku
ada kemungkinan mengandung unsur unsur
yang bisa mengacaukan pH dan akhirnya akan
mengganggu pertumbuhan tanaman.
- Menjaga pH Air Nutrisi pada kisaran 5,5
sampai 6,5 ( Tabel pH untuk beberapa
tanaman )
- Menjaga Suhu air di jaga di kisaran 25
celcius, Suhu Air nutrisi yang Hangat bisa
menyebabkan panthogen hidup di Air Nutrisi
( contoh Pythium ) dan menyebabkan
berkurangnya Kadar Oksigen terlarut yang di
butuhkan akar tanaman.
6. Oksigen Terlarut (Dissolved Oxygen) yang
banyak,
- Air Nutrisi usahakan mempunyai Kadar
Oksigen terlarut (D.O.) yang banyak, jika perlu
tambahkan Mesin Oksigen , Mesin Aerator + Air
Stone atau memakai Sistem Hidroponik yang
bisa memberikan Oksigen Terlarut yang
banyak.
- Kadar Oksigen Terlarut di pengaruhi Suhu Air,
pada Suhu Air Nutrisi 10 C jumlah D.O. ada di
kisaran 13 ppm, pada 20C ada di kisaran 9
ppm dan pada 30C hanya kisaran 7 ppm.
- Jika Suhu Air Panas, maka jangan
menggunakan Sistem NFT/DFT yang Panjang,
karena dalam perjalanan D.O. akan habis,
sehingga tanaman tidak tumbuh merata.
- Jika tanaman kekurangan Oksigen Terlarut
dalam jangka panjang, maka tanaman akan
Stress (akar akan mengeluarkan hormon
ethylene) sehingga mudah di serang Pythium
(Penyebab Busuk Akar), Daun menjadi kuning,
Tangkai daun menjadi layu, pertumbuhan
melambat karena mengganggu sehingga panen
bisa menurun atau gagal
7. Suhu Lingkungan yang ideal
- Tergantung jenis tanaman, tapi ada di kisaran
antara di 20 - 30 C,
- Suhu Lingkungan maksimal di 43 C,
tergantung jenis tanaman juga.
- Meski suhu lingkungan panas, air nutrisi
harus tetap dijaga agar dingin pada suhu di
kisaran 25 C.
8. Kualitas Benih yang bagus ,
- Jangan menyimpan benih sembarangan,
usahakan di simpan di tempat dingin, saya
sarankan di simpan dalam kulkas, tapi bukan di
freezer.
- Dan usahakan beli benih pack yang kemasan
pabrik,
- Jangan membeli/memakai benih yang sudah
kadaluwarsa,
- Beberapa merk benih punya kekurangan dan
kelebihan tersendiri, jadi jangan heran jika
menanam tanaman yang sama hasil bisa beda
dengan di kebun orang lain.
9. Perawatan yang baik, lalu Kesabaran dan
telaten ,
- Perawatan dengan Pembersihan dan
Sterilisasi Sistem Hidroponik dan Tandon itu
penting, agar tanaman bisa tumbuh dengan
sehat.
- Menanam secara Hidroponik tidak semudah
yang anda bayangkan, untuk dapat hasil yang
bagus kita harus merawatnya dengan sabar
dan telaten, kalau anda hanya kurang sabar
dan telaten, sebaiknya jangan menjadi Petani,
karena anda pasti menyerah di tengah jalan
saat menghadapi capek nya menyemai ,
memindah tanam, membersihkan sistem &
tandon, menghadapi panen jelek, menghadapi
gagal panen, dst
- Kesabaran dan Telaten itu penting, karena
Petani harus Merawat Semaian, Memindahkan
tanaman, membersihkan sistem,
membersihkan tandon, memberikan air nutrisi
jika berkurang, Memperhatikan tanaman apa
ada yang di serang penyakit & hama, dst
Jangan hanya tergiur dengan Hasil Panen yang
banyak dan Uang hasil penjualan yang banyak,
karena di Pertanian tidak se Indah dan
Semudah yang anda Bayangkan.
Sumber.(petaniteguh.)

Teknologi Persemaian Padi Sistem Kering

Teknologi persemaian padi sistem kering
adalah teknologi persemaian dalam kotak
semai plastik yang dilapisi filter berupa kertas
koran. Keuntungan menerapkan teknologi
sistem persemaian ini di antaranya; tidak perlu
melakukan pengolahan tanah dan daut
(pencabutan), hemat lahan dan air, sesuai
untuk lahan garapan yang sempit (<1000 m2),
pemeliharaan mudah dan efisien serta biaya
lebih murah dibandingkan teknologi
persemaian padi sawah secara konvensional
atau persemaian basah.
Langkah awal untuk membuat persemaian
kering adalah menyiapkan kotak semai berupa
kotak plastik berukuran 40x30x3 cm. Kotak
plastik dilubangi 4 titik pada dasar kotak
kemudian dilapisi kertas koran. Kertas koran
berfungsi sebagai filter untuk mengatur air
infiltrasi dan kelembaban dalam kotak semai.
Setelah dilapisi kertas koran pada kotak
plastik, selanjutnya masukkan tanah/media
tanam ke dalamnya. Media tanam yang
digunakan berupa tanah gembur yang kaya
unsur hara.
Setelah media tanam disiapkan, benih
disebarkan secara merata dan ditutup lagi
dengan media tanam yang sama setebal ±1cm,
kemudian disiram air sampai menetes melalui
keempat lubang tersebut. Pada umur 7 hari
setelah semai bibit padi sudah muncul (vigor).
Penyiraman dilakukan 2 hari sekali sampai
umur 7-12 hari. Pada umur 13-15 hari disiram
setiap hari pada sore hari. Bibit padi siap
ditanam di sawah pada umur 15 hari. Untuk
persemaian padi dalam jumlah besar
diperlukan rumah bibit yang dilengkapi rak-rak
yang disusun secara bertingkat.
Manfaat teknologi persemaian ini antara lain
persemaian dapat dilakukan di luar areal
produksi, hemat kebutuhan benih (±10 kg/ha),
hemat lahan dan air, mengurangi resiko
kegagalan karena banjir, serangan OPT,
pertumbuhan bibit lebih cepat, dan sapat
mengikuti percepatan musim tanam. Selain itu,
perlakuan benih dapat dilakukan pada tanah
kahat Zn, tanaman dan tidak mengalami stres.
Dengan cara ini juga tidak dibutuhkan tenaga
kerja untuk cabut, serta menguntungkan bagi
pemilikan lahan sempit. Pengalaman petani,
teknik ini dapat mempercepat tanam 10-15
hari dibandingkan dengan sistem persemaian
basah, dan kelayakan finansialnya cukup tinggi
yaitu benefit cost ratio (B/C) adalah 2,66. (
yogya.litbang.pertanian.go.id/)