Tampilkan postingan dengan label hidroponik dan aeroponik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label hidroponik dan aeroponik. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Juni 2015

Mencoba Hidroponik Sederhana

Seiring perkembangan waktu dan dengan adanya internet, ternyata hidroponik itu tidak serumit yang saya bayangkan. Karena dalam hidroponik ada berbagai system mulai dari yang paling sederhana sampai yang rumit dan perlu biaya besar.


Tapi di sini saya tidak akan membahas macam - macam hidroponik karena penekanan saya di sini adalah saya mau berhidroponik dengan cara paling sederhana yaitu system wick atau sumbu. Kenapa saya pilih ini, ya karena selain sederhana tentunya biayanya paling murah.

Untuk menanam hidroponik sederhana ini yang saya perlukan adalah :
-        botol plastik air mineral bekas,
-        gelas plastik bekas air mineral,
-        jerigen plastik bekas minyak goreng,
-        kain untuk sumbu (kain panel lebih bagus)
-        nutrisi hidroponik.
-        Media tanam (rocwool, arang sekam, kerikil, pasir malang, pecahan bata merah). Pilih yang paling mudah didapat.

 Kita bisa melihat betapa sederhananya bahan yang dibutuhkan. Bahkan kebanyakan besar dari barang bekas. Jadi menanam model hidroponik sederhana ini selain kita bisa mendapatkan tanaman sayuran yang sehat dan subur, kita juga bisa memanfaatkan barang barang bekas. Sehingga botol bekas, jerigen bekas dan gelas plastik bekas yang mestinya dibuang dan menjadi limbah ternyata masih bisa diambil manfaatnya.

Adapun cara membuatnya adalah sbb :

Hidroponik Wick dengan botol bekas caranya :
  1. Potong botol menjadi 2 bagian. (atas dan bawah)
 
  1. Lubangi bagian atas (daerah leher botol) untuk pemasangan sumbu dan aliran udara 
     3.  Pasang sumbu  pada bagian bawah botol.

  


  1. Masukkan bagian atas botol ke bagian bawah botol dengan cara dibalik.
 
  1. Isi bagian atas botol dengan media tanam (bisa rockwool, spon, sekam bakar atau pecahan bata merah). Pilih saja mana yang paling mudah didapat. Karena fungsi media ini hanya untuk pijakan akar agar tidak rebah.  
    6.   Tanam bibit atau taburkan 2-3 biji bibit tanaman ke dalam media tanam.


    7.   Siram dengan larutan nutrisi hidroponik. 




Hidroponik Wick dengan jerigen plastik bekas caranya :
  1. Lubangi bagian samping jerigen bekas. (gunakan pisau cutter atau bor) dengan jarak sesuai yang kita inginkan.
 
  1. Lubagi bagian bawah dan samping gelas plastik untuk memasang sumbu dan untuk aliran udara. Paling mudah dengan menggunakan besi panas atau soldir listrik. 
  2. Pasang sumbu di bagian bawah gelas plastik
 
  1. Isi gelas plastik dengan media tanam (bisa rockwool, spon, sekam bakar atau pecahan bata merah). Pilih saja mana yang paling mudah didapat. Karena fungsi media ini hanya untuk pijakan akar agar tidak rebah. Saya gunakan arang sekam karena lebih steril.
  2.  Tanam bibit atau taburkan 2-3 biji bibit tanaman ke dalam media tanam. 
  3. Isi jerigen dengan larutan nutrisi hidroponik

  4. Masukkan gelas plastik ke dalam lubang jerigen yang sudah dibuat sebelumnya.
     8.  Simpan di tempat yang tidak terkena hujan tetapi masih bisa mendapat sinar matahari (teras rumah).


Dengan uraian di atas dan melihat gambar yang ada, kita bisa menyimpulkan bahwa bertanam dengan hidroponik bukanlah suatu hal yang sulit dan mahal. Dan yang perlu diingat adalah dengan hidroponik ini kita bisa bertanam ditempat yang sempit dan tidak ada tanah sekalipun. Akan lebih bagus lagi kalau dalam penempatan pot disusun dalam rak rak tingkat sehingga bisa lebih memaksimalkan lahan yang ada. Anda tertarik..??? Mari kita coba di rumah kita masing – masing..
Sumber:denmas-kenthus.

Plastic bekas air minum untuk bertanam hidroponik.


Bagi anda yang sudah biasa bertanam hidroponik pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah “net pot” atau pot – pot kecil yang bagian bawah dan sampingnya berlubang yang berfungsi untuk jalan keluarnya akar supaya bisa menyentuh air nutrisi untuk pertumbuhan tanaman. Biarpun harganya murah, tetapi ketika perlu dalam jumlah banyak jadinya ya perlu dana banyak juga.

Contoh gambar net pot

Saya selaku orang yang suka hidroponik dan tinggal di kota kecil dimana sarana hidroponik susah dicari harus berpikir kira – kira apa yang bisa saya gunakan sebagai alternative pengganti ketika barang yang saya perlukan susah didapat.

Di kantor saya setiap karyawan mendapat jatah aqua botol 1 dus per bulan. Di departemen saya sendiri saya punya anak buah 32 orang. Jadi dalam 1 hari pasti ada sampah botol minimal 33 botol.

Akhirnya saya berpikir kenapa botol – botol bekas ini tidak saya manfaatkan saja. Kemudian botol botol bekas itupun saya kumpulkan (saya minta tolong OB untuk ngumpulin) dan saya potongin seperti gambar di bawah.
Kepala botol plastik hasil mulung

Dan setelah sampai di rumah langsung saya terapkan pada tanaman hidroponik saya. Hasilnya…sim salabim….jadi seperti di bawah ini
 5 hari setelah pindah tanam

Selada siap panen dan siap santap

Contoh pada kangkung




Sekali lagi ternyata hidroponik itu nggak semahal bayangan kita..
Sumber : denmas-kenthus

Minggu, 14 Juni 2015

Hidroponik sebagai alternatif berkebun

Hidroponik berasal dari kata hydro  yang berarti air dan ponos  yang berarti mengerjakan. Hidroponik dapat diartikan suatu sistem budi daya tanaman pada media yang tidak menyediakan unsur hara. Unsur hara yang secara esensial diperlukan tanaman disediakan dalam bentuk larutan. Kendati hidroponik diidentikkan dengan air, media yang digunakan tidak selalu air.
Hidroponik muncul sebagai alternatif dari terbatasnya lahan atau kurang suburnya media tanah yang akan digunakan untuk bercocok tanam.
Sejarah hidroponik sudah dimulai berabad-abad yang lalu. Keberhasilan hidroponik pertama diusung oleh seorang sarjana asal Universitas California, Amerika, G.F. Gericke yang berhasil menanam tomat pada ketinggian 3 m dengan hasil memuaskan.
Kini, hidroponik menjadi tren yang berkembang di seluruh dunia meski tidak dapat menggantikan sistem pertanian biasa. Hidroponik dapat membantu memecahkan beberapa permasalahan seperti permasalahan struktur tanah dan unsur hara di Kanada dan Kolumbia. Media tanam diganti dengan menggunakan serbuk gergaji. Sedangkan masalah salinitas di Meksiko dan Timur Tengah dapat diatasi dengan pasir pantai yang disterilkan. Sempitnya lahan di beberapa negara seperti Singapura, dapat dipecahkan dengan hidroponik bertingkat. Hidroponik juga digunakan untuk memasok kebutuhan pangan di kapal selam atau kapal induk.
Semua jenis tanaman – tahunan, dua tahunan, semusim-  dapat ditanam dengan sistem hidroponik meski tanaman semusim lebih umum digunakan. Keuntungan hidroponik diantaranya tanaman menjadi bebas dari hama penyakit yang berasal dari tanah. Metode kerja nya lebih praktis karena media tanam dapat digunakan berulang-ulang. Selain itu tanaman dimungkinkan untuk ditanam di luar musim tanamnya. Lahan yang sempit dan kritis merupakan hal yang sering dijumpai saat ini sehingga hidroponik menjadi solusi yang tepat untuk bercocok tanam. Hasil yang dihasilkan pun menjadi lebih banyak dengan kualitas yang lebih baik.
Bibit2

Berdasarkan medianya, hidroponik diklasifikasikan menjadi :
  1. Kultur air : Nutrient Film Technique (NFT), drip irigation ( irigasi tetes), hidroponik terapung
  2. Kultur agregrat : Pasir, rockwool, arang sekam, kerikil, batu apung
  3. Aeroponik : Gas
NFT2
NFT
Nutrient Film Technique
Bag
Bag2
Drip Irigation (Irigasi Tetes)
Aerasi
Akar
Aeroponik
Nutrisi hidroponik dibuat dari senyawa-senyawa anorganik yang akan digunakan sebagai unsur hara esensial yang dibutuhkan tanaman. Unsur hara dibagi mejadi dua yaitu unsur makro –Nitrogen (N), Fosfor (P), Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (Mg) dan Belerang (S)- dan unsur mikro –Besi (Fe), Mangan (Mn), Boron (Bo), Seng (Zn) dan Molibdenum (Mo)-. Kebutuhan unsur hara setiap tanaman berbeda. Oleh karena itu perhitungan dalam membuat nutrisi hidroponik mutlak diperlukan.
Nutrisi anorganik
Senyawa anorganik sebagai bahan nutrisi hidroponik
Nutrisi
Nutrisi hidroponik dibedakan antara nutrisi buah dan sayur
Media hidroponik terbagi menjadi media organik dan media anorganik. Media organik seperti arang sekam, serbuk gergaji, sabut kelapa atau akar pakis memiliki kekurangan diantaranya rentan terhadap serangan jamur, virus dan bakteri akibat kelembabannya yang cukup tinggi. Selain itu media organik relatif harus sering diganti sehingga kurang efektif. Sedangkan media anorganik seperti perlit, pasir, clay, batu apung dan batu bata, memiliki keunggulan yang bersifat permanen sehingga dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Sifatnya yang memiliki pori memudahkan aerasi berjalan optimal. Media anorganik bersifat tidak lembab sehingga sterilisasi terjamin.
Bibit1
Media Sekam
Pasir
Untuk melindungi tanaman hidroponik dari terpaan air hujan dan intensitas cahaya diperlukan tempat khusus yang biasanya dinamakan Green House. Dengan adanya green house, fotosintesis dapat berlangsung sempurna dan tanaman terlindungi dari penyakit tanaman yang berasal dari lingkungan sekitarnya.
Peralatan yang diperlukan untuk hidroponik dapat dibuat dari peralatan sederhana seperti pipa PVC, besi atau penyangga lain yang kuat, pompa air, wadah atau ember plastik dan styrofoam.
Penyangga
Besi penyangga dapat dibuat sendiri dari besi yang sudah tidak dipergunakan.
pipa4
pipa7
pipa5
pipa6
Pembuatan Pipa untuk NFT
pipa1
Pipa
Pipa PVC
        selang1
selang2
selang3
Pembuatan Pipa Tetes untuk Drip Irigation
  styrofoam1
styrofoam
Pembentukan styrofoam untuk aeroponik
Hidroponik dapat dilakukan siapa saja dan dimana saja. Hidroponik bertingkat bahkan dapat digunakan sebagai alternatif berkebun tanaman hias, sayur, buah atau bahkan tanaman obat di pekarangan rumah yang terbatas. beberapa hotel dan perkantoran bahkan telah menggunakan hidroponik sebagai sarana penghijauan.
Hidroponik1  Hidroponik3

Kamis, 04 Juni 2015

Meramu Pupuk Hidroponik

  MERAMU PUPUK HIDROPONIK UNTUK TANAMAN SAYURAN

Suksesnya berhidroponik banyak tergantung pada ramuan hara atau nutrisi yang diberikanan ke tanaman. Ramuan pupuk yang baik dapat menghasilkan sayuran segar, tegap, berpenampilan menarik, berkadar gizi tinggi, beraroma harum, bercita rasa tinggi, serta berharga jual yang relatif mahal.   
Keterampilan meramu pupuk hidroponik dapat disesuaikan dengan pemberian hara pada tanaman yang dibudidayakan, meramu sendiri pupuk yang akan diberikan pada tanaman yang dibudidayakan maka komposisi pupuk dapat disesuaikan.
bbppl meramu pupuk.jpgRamuan pupuk hidroponik sayuran ini dibagi dua yaitu untuk sayuran daun dan sayuran batang. Tanaman sayuran daun yang biasa dihidroponik antara lain: bayam, caisin, pakcoy, kangkung dan sebagainya, rasio nitrat/amonium (NO3- : NH4+) adalah 6 atau 6 per satu, artinya 6 (enam) Nitrat, dan 1 (satu) Amonium, sedangkan N total adalah 250 ppm. Dengan demikian konsentrasi Nitrat adalah 6/7 x 250 ppm atau 214 ppm dan Amonium 36 ppm. Jadi rasio antar hara  NO3: NH4 adalah 214 : 36.
 
Ada beberapa alasan mengapa penggunaan rasio amoniumnya relatif lebih besar yaitu amonium akan membuat sel-sel raksasa sehingga tanaman akan tumbuh cepat dan ukurannya besar. Daun yang terbentuk berukuran lebar dan evapotranspirasinya besar sehingga daya serap air dan hara meningkat, hanya saja daun yang berukuran besar akan peka terhadap penguapan dan sayuran mudah layu. Pertumbuhan vegetatif yang terpacu akan menghasilkan banyak daun dengan ukuran lebar, sehingga penampilan sayuran daun akan menarik. Pemberian nitrat dalam jumlah yang besar untuk menciptakan sel yang kompak, sehingga tanaman berdiri tegap, daya tahan tinggi terhadap serangan penyakit cendawan, banyak nitrat juga akan menimbulkan citra rasa yang baik.
 
Rasio Pospor dan Nitrogen (P : N) untuk sayuran daun 0,25 sedangkan P sebesar 0,25 x 250 ppm atau sama dengan 62 ppm. Dengan demikian ratio antara P : N adalah 62 :250. Mengapa penetapan rasio 0,25 pada tanaman sayuran yaitu 0,25 sudah cukup tinggi? karena P tidak banyak dibutuhkan dibandingkan unsur lainnya, karena sayuran daun tidak untuk menghasilkan bunga. Rasio 0,25 cukup merangsang pembentukan akar sehingga effisien, penyerapan hara menjadi optimal. Rasio 0,25 sudah cukup untuk kegiatan fotosintesa, pembentukan karbohidrat dan protein. Rasio tersebut juga memperkuat dinding sel sehingga mempunyai ketahanan terhadap serangan penyakit cendawan.
 
Rasio K : N (Kalium per Nitrogen), untuk tanaman sayuran daun adalah 1,2 atau konsentrasi K 1,2 x 250 ppm = 300 ppm. Dengan demikian rasio antara K : N untuk tanaman sayuran adalah 300 : 250. Dengan K yang besar ini akan membantu proses fotosintesa dan mengatur tranportasi karbohidrat kebagian-bagian tanaman yang memerlukannya sehingga terdapat pertumbuhan yang merata, juga dengan konsentrasi K yang cukup membuat penampilan warna daun merata pada seluruh helainya, penampilan sayur menjadi segar, tegar dan menarik.
 
 
 
Rasio Ca : N (Calsium : Nitrogen), untuk produksi tanaman sayuran daun adalah sebesar 0,7 sehingga konsentrasi Ca menjadi 0,7 x 250 ppm = 175 ppm, dengan demikian rasio antar hara Ca : N adalah sebesar 175 : 250. Ada beberapa alasan menetapkan rasio Ca : N untuk tanaman sayuran daun sebesar 0,7 yaitu : daun akan terbentuk dengan baik, daun tidak bergelombang atau kriting karena berpengaruh pada pembelahan dan elongasi atau perpanjangan sel.  Sayuran menjadi renyah, walaupun ditanam pada saat banyak terjadi mendung, karena Ca memperkuat dinding sel. Ternyata sayuran mempunyai daya tahan yang cukup baik di supermaket.

bbppl-memupuk.jpgRasio Mg : N (Mangan per Nitrogen) yaitu sebesar 0,25 atau 0,25 x 250 ppm = 62 ppm. Dengan demikian rasionya adalah sebesar 62 : 250. Alasan menetapkan angka 0,25 adalah warna daun hijau berkilau, karena Mg merupakan inti dari kloropil, tanaman tetap kuat tahan terhadap serangan cendawan.
 
Rasio S : N (Sulplur per Nitrogen) yaitu untuk sayuran daun 110 ppm sehingga S : N  adalah 110 : 250 = 0,44 atau dibulatkan o,4. Alasan rasio terbut adalah dengan konsentrasi S cukup tinggi maka protein yang terbentuk cukup banyak, sehingga pertumbuhan tanaman cukup pesat. Sayuran akan memberikan aroma saat dimasak, karena unsur S merupakan inti dari minyak asiri yang memberi aroma, tingginya S(Sulplur) akan meningkatkan daya tahan tanaman terhadap serangan penyakit cendawan.
 
Ramuan pupuk untuk sayuran batang dan daun, perhitungan rasio antar hara adalah sebagai berikut : Rasio Nitrat : Amonium yaitu 9 : 1 artinya sembilan nitrat dan satu Amonium, sementara N totalnya yaitu 250 ppm, dengan demikian konsentrasi nitrat adalah 9/10 x 250 ppm = 225 ppm.
 
Rasio P : N (Pospat per Nitrogen) adalah 0,3, sehingga konsentarasi P 0,3x 250 ppm = 75 ppm, dengan demikian ratio antara P : N yaitu 75 : 250. Konsentrasi K : N (Kalium : Nitrogen) 1,4, sehingga konsentrasi K sebesar 1,4 x 250 ppm= 350 ppm, dengan demimkian rasio antara K : N adalah 350 : 250.
 
Rasio Ca :N (Calsium : Nitrogen) yaitu 0,7 x 250 ppm = 175 ppm, dengan demikian, ratio antara Ca : N sebesar 175 : 250, hal ini cukup memberikan kerenyahan bagi tumbuhan tersebut. Rasio Mg : N (Mangan : Nitrogen) sebesar 0,25 sehingga konsentrasi Mg untuk pemupukan tanaman sayuran batang dan daun sebesar 0,25 x 250 ppm = 62 ppm, dengan demikian, rasio antar hara Mg : N sebesar 62 : 250. Sedangkan rasio S : N (Sulplur : Nitrogen) dari perhitungan akhir didapatkan konsentrasi S untuk produksi sayuran daun dan batang yaitu 125 ppm, sehingga rasio S : N adalah 125 : 250=0,5.
 
Apabila dalam pembuatan ramuan pupuk hidroponik ini banyak menemukan kendala, terlebih dahulu harus banyak mengetahui kegunaan masing-masing pupuk kimia yang berkaitan dengan unsur hara yang sangat dibutuhkan oleh tanaman. Sebenarnya ramuan pupuk hidroponik sudah banyak yang telah jadi dan dijual di pasaran, kita tinggal mengencerkannya saja. Tidak ada salahnya kalau kita coba membuat sendiri, mungkin hasilnya lebih baik dan dari segi ekonomis bisa lebih murah.
 
Demikian materi tentang: “MERAMU PUPUK HIDROPONIK UNTUK TANAMAN SAYURAN“. Semoga dengan membuat ramuan pupuk hidroponik ini, adanya pengalaman baru, dan bisa jadi merupakan peluang usaha  yang cukup mengembirakan, tentunya kita harus benar-benar bisa memahami teknik meramu dengan baik.
 
 
Apabila ada hal yang belum jelas dapat menghubungi Bapak Ir. Muharja, MP (Widyaiswara BBPP Lembang) Telp. (022) 2786234-2789783, e-mail: central@bbpp-lembang.info.

Aeroponik Kentang


INOVASI BARU
PERBANYAKAN BIBIT KENTANG G-0
SISTEM AEROPONIK

Kentang sebagai peluang bisnis baru
bbppl-aeroponik kentang.jpgKentang (Solanum tuberosum. L) merupakan komoditas hortikultura penting di  Indonesia yang saat ini telah menjadi bahan pangan alternatif, sebagai sumber karbohidrat yang kaya protein untuk menunjang program diversifikasi pangan. Disamping itu semakin berkembangnya industri makanan ringan dan restoran cepat saji yang salah satu bahan bakunya adalah kentang, maka kebutuhan kentang akan meningkatkan permintaan bibit kentang baik dalam pengembangan G0, G1, G2 maupun G3 baik ditingkat penangkar bibit, sampai ke tingkat petani kentang di lapangan.
Usahatani kentang sudah demikian komersil, yang dicirikan dengan sebagian besar bahkan seluruh hasil produksinya dilepas untuk memenuhi permintaan pasar. Namun demikian budidaya tanaman kentang pada umumnya masih konvensional dan tradisional yang masih menggunakan teknologi turun temurun dari pendahulunya, sehingga produksinya masih diantara 107,27 sampai dengan 142,60 kuintal/ha.
Salah satu cara untuk meningkatkan produksi kentang disamping menggunakan pupuk yang cukup  juga dengan memakai bibit kentang yang baik dan terbebas dari hama dan penyakit. Ada teknologi yang dapat meningkatkan kualitas bibit kentang secara menakjubkan yaitu  dengan system aeroponik, dimana bahan tanamnya berasal dari hasil kultur jaringan yang telah di stek 3 (tiga) kali.
Aeroponik sendiri berasal dari kata aero yang berarti udara dan ponos yang berarti budidaya, jadi aeroponik adalah  budidaya tanaman dengan melalui system  pengkabutan. sistem aeroponik dalam budidaya tanaman kentang dilakukan di dalam screen house dengan menggunakan bak yang terbuat dari fiberglass dan ditutup dengan menggunakan styroform, sehingga tanaman akan terbebas dari serangan hama dan penyakit karena bahan tanaman berupa stek mikro berasal dari hasil perbanyakan kultur jaringan di laboratorium yang sudah steril. Aeroponik selain dapat menghasilkan kualitas bibit kentang yang baik juga banyak dan dapat menghemat lahan.
Pada sistem ini, hara diserap atau diaplikasikan langsung melalui akar, sehingga perlu prororsi yang optimal terserap Nutrisi yang diberikan baik dari unsur makro     (N, P, K, Mg, Ca,, S) maupun mikro (Mn, Mo, Cu, Fe, B, Zn)
 
Dimana Tanaman itu bisa tumbuh ?
Tanaman Kentang menghendaki iklim yang ideal dengan suhu  rata-rata harian 18 - 24°C, dengan kelembapan 70 – 90%, sedangkan sinar matahari 15 s/d 18°C. kombinasi suhu rendah dengan penyinaran matahari yang relatif pendek dapat berpengaruh baik terhadap pembentukan dan perkembangan umbi kentang.
Kelembapan berpengaruh terhadap evapotranspirasi yaitu tenaga pengisap untuk mengangkat air dan hara (nutrisi) dari akar ke tajuk tanaman. Bila kelembaban udara terlalu tinggi maka evapotranspirasi akan kecil. Kelembaban yang tinggi bisa disebabkan oleh jarak tanam yang terlalu rapat dan tajuk tanaman yang terlalu rimbun, sehingga akan mengundang penyakit cendawan. Sedangkan apabila kelembaban terlalu rendah, maka evapotranspirasi akan meningkat sehingga air akan menguap lebih banyak  yang diserap oleh akar, akibatnya sel tanaman kehilangan tekanan turgor, jaringan mengkerut, dan tanaman akan menjadi layu.
Cahaya diperlukan oleh tanaman untuk fotosintesis, disamping intensitas cahaya, lama penyinaran juga akan mempengaruhi jumlah energi matahari yang sampai ke bumi, bila intensitas cahaya yang diterima oleh tanaman terlalu besar,  maka gelombang cahaya yang diterima oleh daun akan berubah menjadi panas, akibatnya akan terjadi perubahan fisiologis dalam jaringan sehingga klorofil akan rusak dan warna daun menjadi kuning atau kebakar.
Sistem Aeroponik satu tipe dengan hidroponik, yaitu mengoptimalkan penggunaan air, hanya saja kalau aeroponik memberdayakannya dengan melalui udara (pengkabutan), oleh karenanya air pada system aeroponik berisi larutan nutrisi (hara) yang disemprotkan kepada akar tanaman yang menggantung.
 
Teknik Budidaya Perbanyakan bibit kentang G0 dengan system aeroponik
1.    Persiapan Lahan/Bangunan Rumah Kassa (Scren house)
Screen house dapat dibuat dengan menggunakan bahan dari bambu atau kayu, dengan beratapkan plastic UV dan berdindingkan kain kasa, sedangkan untuk kontruksi bangunan disesuaikan dengan kondisi lahan:
Pembuatan instalasi untuk pertanaman  dengan menggunakan bak yang terbuat dari fiberglas atau bbppl-greenhouse.jpgplastic lainnya yang atasnya ditutup dengan menggunakan sterofom yang terlebih dahulu sudah dilubangi. Untuk jarak lubang tanam disesuaikan dengan kebutuhan, bisa menggunakan jarak antar lubang 10 x 10 cm, 15 x 10 cm, 15 x 15 cm, 15 x 20 cm. sedangkan didalam bak tersebut terdapat saluran instalasi yang terbuat dari selang PE 16 mm dan diatas selang tersebut terdapat sprinkler denga jarak antar sprinkler 60 – 80 cm. Proses pengkabutannya diawali dengan penyiapan tempat (drum 1000 ltr) yang diisi larutan hara (nutrisi), selanjutnya dialirkan ke selang PE dengan bantuan mesin pompa air, sehingga larutan tersebut akan keluar melalui sprinkler menyerupai kabut.
 
2.    Persiapan Bibit kentang
Bibit yang digunakan yaitu hasil dari perbanyakan di kultur jaringan dan masih dalam bentuk planlet kemudian di aklimatisasi dengan menggunakan media tanaman arang sekam, selanjutnya dilakukan penyetekan, yang bertujuan untuk perbanyak tanaman dan selanjutnya dilakukan pembumbungan. Media yang digunakan yaitu media kompos yang terlebih dahulu sudah disterilkan. bbppl-Bibit 1 kentang.jpgbbppl-Bibit 2 kentang.jpgbbppl-Bibit 3 kentang.jpg





Setelah tanaman berumur 3 minggu setelah di bumbung atau telah memiliki   5 – 7 helai daun, maka tanaman tersebut sudah bisa di pindah ke lahan pertanaman aeroponik (screen house).

3.    Penanamanbbppl-penanaman kentang.jpg
Terlebih dahulu dilakukan sortasi tanaman, selanjutnya  tanaman tersebut dibuka medianya dengan hati-hati agar akar tanaman tidak putus kemudian dimasukan kedalam larutan fungisida yang bertujuan untuk mencegah dari penyakit tanaman. Lalu masukan tanaman kentang tadi kedalam lubang styroform dan ditutup dengan menggunakan rockwoll atau busa yang bertujuan selain untuk menyangga batang tanaman kentang juga sebagai pelindung batang dari sinar matahari agar tidak terbakar. Nutrisi (larutan hara) dialirkan melalui sprinkler  secara otomatis selama 18 jam dalam 1 hari.
4.    Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman kentang pada system aeroponik  antara lain: bbppl-Pemeliharaan 1 kentang.jpg
  • Mengecek sprinkler agar larutan hara  (Nutrisi) yang disemprotkan berjalan lancar;
  • Menyetek daun kentang yang sudah menguning dan membersihkan permukaan styroform dari daun-daun kentang yang sudah mengering;
  • Pemberian ajir agar tanaman kentang tidak roboh. bbppl-Pemeliharaan3 kentang.JPG
  • Mengecek suhu dan kelembaban dengan menggunakan thermohygro meter;
  • Mengecek kepekatan larutan hara dengan menggunakan EC dan pH meter.
  • Pemupukan tambahan dilakukan 1 kali dalam seminggu sedangkan pupuk yang digunakan sesuai bbppl-Pemeliharaan2 kentang.jpgdengan kondisi tanaman.
5.    Pengendalian Hama dan Penyakit
Pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan apabila tanaman tersebut terindikasi oleh serangan hama dan penyakit.
6.    Pemanenan
Panen dilakukan setelah tanaman kentang berumur 3 bulan setelah tanaman atau telah nampak tanda-tanda panen yaitu hampir seluruh daun kentang pertumbuhannnya menurun.
bbppl-Kentang 15-30 HST.jpg bbppl-Kentang 45-60 HST.jpg
 
 
 
 
 
 (Pusat Inkubator Agribisnis BBPP Lembang)
*By Hage*